Determinan Klinis, Sosial, Dan Akses Layanan Terhadap Durasi Psikosis Tanpa Terapi Pada Pasien Skizofrenia Di Aceh

Liza Fathiariani, 2407210027 (2026) Determinan Klinis, Sosial, Dan Akses Layanan Terhadap Durasi Psikosis Tanpa Terapi Pada Pasien Skizofrenia Di Aceh. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of TESIS LIZA.pdf] Text
TESIS LIZA.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (466kB) | Request a copy

Abstract

Durasi Psikosis Tanpa Pengobatan (Duration of Untreated Psychosis/DUP) merupakan indikator penting prognosis jangka panjang pada pasien skizofrenia, di mana DUP yang panjang dikaitkan dengan luaran klinis yang lebih buruk dan disfungsi sosial yang lebih berat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan DUP pada pasien skizofrenia di Aceh. Studi potong lintang dilakukan pada 209 pasien skizofrenia yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Aceh sebagai rumah sakit rujukan provinsi. DUP diukur melalui wawancara terstruktur yang merekonstruksi interval antara onset gejala psikotik pertama dan pemberian terapi antipsikotik pertama. Keparahan gejala dinilai menggunakan Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS), stigma internal dengan Internalized Stigma of Mental Illness-10 (ISMI-10), dan dukungan sosial dengan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Akses geografis diukur sebagai estimasi waktu tempuh menggunakan kendaraan roda empat dari kabupaten/kota tempat tinggal pasien menuju RSJ Aceh dan dikategorikan berdasarkan kelompok waktu tempuh. Karena distribusi tidak normal, DUP ditransformasi menjadi lnDUP dan dianalisis menggunakan regresi linier robust. Median DUP adalah 48 minggu (IQR 12–144). Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia onset yang lebih muda berhubungan dengan DUP yang lebih panjang (β = –0,048; p = 0,001), penggunaan pengobatan tradisional secara signifikan memperpanjang DUP (β = –0,821; p < 0,001), dan kelompok waktu tempuh yang lebih lama berhubungan dengan peningkatan DUP. Sebaliknya, dukungan sosial yang lebih tinggi berperan protektif terhadap DUP (β = –0,028; p = 0,001), sementara status cerai mati juga berhubungan dengan DUP yang lebih panjang (β = 1,323; p = 0,034). Disimpulkan bahwa keterlambatan pengobatan psikosis di Aceh terutama dipengaruhi oleh onset dini, hambatan akses geografis, praktik pencarian bantuan non-medis, dan rendahnya dukungan sosial, sehingga penguatan deteksi dini dan sistem rujukan berbasis keluarga diperlukan untuk memperpendek DUP.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing : 1. Prof. Asnawi Abdullah, SKM, MHSM, MSc. HPPF, DLSHTM, PhD 2. Dr. Maidar, M.Kes
Uncontrolled Keywords: skizofrenia, durasi psikosis tanpa terapi, akses geografis, pengobatan tradisional, dukungan sosial, Aceh
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Ronaldi Defastian
Date Deposited: 11 Sep 2026 08:09
Last Modified: 11 Sep 2026 08:09
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2943

Actions (login required)

View Item
View Item