SUNNIA MUTIA, 2007110105 (2024) Analisis Pengaruh Aspek Sosiodemografi Dan Karakteristik Kesehatan Rumah Tangga Terhadap Kematian Bayi - Studi Lanjutan Data Sdki 2017. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI SUNNIA MUTIA.pdf
Download (4MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
Abstract
Kematian bayi menjadi perhatian utama dalam penelitian ini, merentang dari konteks
nasional hingga dimensi global. Meskipun terdapat kemajuan signifikan dalam penurunan angka
kematian bayi secara global, tantangan berat masih dihadapi, terutama di wilayah-wilayah tertentu.
Pada tahun 2020, data mencatat 2,4 juta kematian bayi pada bulan pertama kehidupannya,
menunjukkan bahwa masalah ini tetap memerlukan perhatian serius. Tujuan penelitian ini adalah
mengidentifikasi pengaruh dan risiko aspek sosiodemografi dan karakteristik Kesehatan dengan
kematian bayi.
Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan design Crossectional untuk melihat pengaruh dan
risiko aspek sosiodemografi dan karakteristik Kesehatan rumah tangga terhadap kematian bayi
dengan melakukan uji bivariat dan multivariat terhadap 3,624 responden.
Hasil analisis bivariat membuktikan bahwa rendahnya tingkat otonomi perempuan, kondisi
ekonomi keluarga yang terbatas, tingkat pendidikan ibu yang rendah, dan pekerjaan ibu dapat
diidentifikasi sebagai faktor risiko signifikan terkait kematian bayi. Sebaliknya, metode melahirkan
dan kualitas layanan antenatal menunjukkan korelasi yang signifikan dengan angka kematian bayi.
Temuan ini memperkuat pemahaman kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi
kesehatan bayi dan menyoroti pentingnya intervensi yang cermat dalam meningkatkan kondisi
kesejahteraan keluarga. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa otonomi perempuan yang rendah
memiliki risiko 1,2 kali lebih besar terhadap kematian bayi, sementara status ekonomi keluarga tidak
terbukti sebagai faktor risiko signifikan. Pendidikan ibu yang rendah dan tidak bekerja memiliki
hubungan signifikan dengan kematian bayi, dengan risiko 3,19 kali lebih tinggi untuk ibu yang tidak
menempuh pendidikan formal dan risiko 0,5 kali lebih rendah untuk ibu yang tidak bekerja. Metode
melahirkan Caesar dan layanan postnatal tidak berhubungan signifikan dengan kematian bayi,
sedangkan layanan antenatal yang kurang baik memiliki risiko 1,6 kali lebih tinggi. Hasil penelitian ini
memberikan wawasan mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kematian bayi,
khususnya peran otonomi perempuan.
Dengan demikian, saran untuk pemerintah Kesehatan supaya dapat meningkatkan kualitas
dan jangkauan program antenatal dan postnatal. Hal ini mencakup pelatihan yang insentif bagi
petugas Kesehatan, promosi kunjungan rutin, dan pemantauan Kesehatan bayi setelah kelahiran.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Prof.Asnawi Abdullah,Ph.D Nopa Arlianti,SKM.MKM |
| Uncontrolled Keywords: | Kematian Bayi, Faktor Risiko, Otonomi Perempuan, Sosiodemografi Kesehatan, dan Intervensi Pemerintah. |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 3 |
| Date Deposited: | 05 Sep 2026 04:16 |
| Last Modified: | 05 Sep 2026 04:16 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2835 |
