M. DHARMA NAUVAL, 2007110003 (2024) Pengaruh Otonomi Perempuan Dalam Pengambilan Keputusan: Analisis Risiko Karakteristik Keluarga Terhadap Kematian Anak Usia Sekolah Studi Kasus Lanjutan Sdki 2017. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
FORM B.pdf
Download (218kB)
SKRIPSI M. DHARMA NAUVAL.pdf
Download (3MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (218kB)
Abstract
Kematian anak menjadi target utama dalam pencapaian Sustainable Development
Goals (SDGS) 2030 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-
2024 di sektor kesehatan. Masa anak-anak dimulai saat usia sekolah 5 sampai usia 9 tahun
dan memasuki masa remaja pada saat usia 10 sampai usai 18 tahun. Pada saat usia ini,
anak-anak masih dibawah asuhan orang tua yang tidak lepas dari bimbingan orang tua pada
saat menempuh pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi pengaruh dan risiko karakteristik keluarga terhadap kematian anak usia
sekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Cross-sectional dengan data
sekunder SDKI 2017 untuk mengidentifikasi pengaruh dan risiko dari karakteristik keluarga
yang meliputi otonomi perempuan, status kekayaan rumah tangga, wilayah tempat tinggal,
pekerjaan ibu, pekerjaan ayah, dan umur perkawinan pertama terhadap kematian anak usia
sekolah. Dengan total sampel yang diperoleh sebanyak 37.246 rumah tangga berdasarkan
kriteria sampel.
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 81,56% bayi termasuk dalam kategori
meninggal, 81,75% perempuan memiliki tingkat otonomi yang rendah, 53,32% rumah
tangga berada dalam kategori mampu secara ekonomi, 51,58% perempuan menikah
pertama kali di bawah usia 20 tahun, 66,13% ibu bekerja, 98,81% ayah bekerja, dan 51,80%
keluarga tinggal di daerah pedesaan. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan
yang signifikan antara otonomi perempuan (P=0,022;OR=0,92), umur perkawinan pertama
(P=0,0001;OR=1,8), pekerjaan ayah (P=0,0001;OR=1,4), dan wilayah tempat tinggal
(P=0,0001;OR=1,5) terhadap kematian anak usia sekolah. Tidak didapatkan hubungan yang
signifikan antara pekerjaan ibu (P=0,122;OR=0,95) dan status kekayaan rumah tangga
(P=0,459;OR=0,98) terhadap kematian anak usia sekolah. Analisis multivariat dengan
pendekatan Stepwise menetapkan otonomi perempuan, usia perkawinan pertama, status
pekerjaan ayah, dan wilayah tempat tinggal sebagai faktor yang tetap relevan.
Berdasarkan temuan penelitian, implikasi yang diperoleh menyoroti pentingnya
memberdayakan perempuan, meningkatkan kesadaran mengenai perkawinan dini, dan
melakukan intervensi ekonomi guna mengurangi risiko kematian pada anak usia sekolah.
Selain itu, disarankan untuk melanjutkan penelitian lebih lanjut tentang konsep otonomi
perempuan, termasuk faktor pendukung dan pengganggu, guna mengeksplorasi lebih
dalam penelitian yang melibatkan otonomi perempuan. Hal ini dapat mendukung
pengembangan kebijakan dan intervensi yang lebih holistik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Prof.Asnawi Abdullah,Ph.D Nopa Arlianti,SKM,MKM |
| Uncontrolled Keywords: | Kematian Anak Usia Sekolah, Karakteristik Keluarga, Otonomi Perempuan, Status Kekayaan Rumah Tangga, Umur Perkawinan Pertama, Status Pekerjaan Ibu, Status Pekerjaan Ayah, dan Wilayah Tempat Tinggal. |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 3 |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 08:18 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 08:18 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2750 |
