Perlindungan Hukum Terhadap Pelanggan Pada Jasa Usaha Doorsmeer (Suatu Penelitian Di Kota Banda Aceh)

Randi Ramazian, 2201110017 (2026) Perlindungan Hukum Terhadap Pelanggan Pada Jasa Usaha Doorsmeer (Suatu Penelitian Di Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI RANDI RAMAZIAN WATERMARK.pdf] Text
SKRIPSI RANDI RAMAZIAN WATERMARK.pdf

Download (9MB)
[thumbnail of FROM B.pdf] Text
FROM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (449kB)

Abstract

Perlindungan hukum bagi konsumen merupakan fondasi utama untuk menjamin kepastian dan keadilan dalam hubungan keperdataan antara pelaku usaha dan masyarakat. Di Indonesia, jaminan tersebut secara formal diakomodasi melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang mengatur hak-hak konsumen, kewajiban pelaku usaha, hingga mekanisme ganti rugi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan perlindungan hukum terhadap pelanggan pada jasa usaha doorsmeer (pencucian kendaraan) di Kota Banda Aceh. Fokus kajian mencakup bentuk kerugian yang dialami pelanggan, faktor-faktor yang menyebabkan belum terpenuhinya hak-hak konsumen, serta mekanisme penyelesaian perselisihan yang dapat ditempuh oleh para pihak. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan mengkaji kenyataan hukum di lapangan yang dikaitkan dengan regulasi perundang-undangan yang berlaku. Lokasi penelitian berpusat di Kota Banda Aceh dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola usaha doorsmeer, pelanggan, serta informan ahli di bidang perlindungan konsumen, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan penelusuran dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan jasa doorsmeer pada umumnya didasarkan pada perjanjian lisan tanpa dokumen tertulis. Ketika terjadi kerugian seperti hasil cucian kurang bersih, keterlambatan penyelesaian, kerusakan bodi akibat kesalahan teknis/hidrolik, maupun kehilangan barang di interior kendaraan, posisi pelanggan menjadi lemah dalam menuntut ganti rugi. Walaupun Pasal 19 UUPK mewajibkan pelaku usaha memberikan ganti rugi, mekanisme penyerahan ganti rugi sering dibatasi secara sepihak, terutama ketika kerusakan/kehilangan tidak ditemukan saat kendaraan masih di lokasi usaha. Faktor penyebab antara lain kelalaian dan rendahnya kompetensi pekerja, penggunaan peralatan/bahan yang tidak sesuai standar, lemahnya SOP dan transparansi informasi, beban kerja berlebih, serta minimnya pengawasan dan pembinaan dari pemerintah serta rendahnya kesadaran hukum konsumen. Penyelesaian sengketa lebih dominan melalui musyawarah non-litigasi, sedangkan jika gagal dapat ditempuh melalui litigasi dan BPSK.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Trio Yusandy, S.H., M.Kn
Uncontrolled Keywords: Perlindungan hukum, pelanggan/konsumen, usaha doorsmeer, ganti rugi, UUPK.
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: RANDI RAMAZIAN
Date Deposited: 26 Aug 2026 09:26
Last Modified: 26 Aug 2026 09:26
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2369

Actions (login required)

View Item
View Item