Mursal, 2307210022 (2025) Program 1000 Hpk Dan Kejadian Stunting Berbasis Register Kohort Ibu Hamil Di Wilayah Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
FORM B (1).pdf - Submitted Version
Download (260kB)
TESIS LENGKAP.pdf - Submitted Version
Download (8MB)
Abstract
Stunting Stunting merupakan masalah kesehatan global dengan WHA menargetkan penurunan prevalensi dari 7,8% menjadi 5%. Di Indonesia, Riskesdas mencatat penurunan stunting dari 37,2% (2013) menjadi 30,8% (2018). Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi strategi utama melalui intervensi gizi ibu hamil, pencegahan komplikasi, pemantauan pertumbuhan balita, serta edukasi kesehatan masyarakat.
Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional,
pengumpulan data dilakukan secara retrospektif menggunakan sumber data sekunder, mencakup Kohort Ibu Hamil, buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), serta tercatat dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Kecamatan Jangka. Populasi penelitian terdiri atas
480 orang ibu yang memiliki anak berusia 24 bulan pada tahun 2024. Tehnik pengambilan sampel
menggunakan metode Total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi-square dan juga analisis multivariate.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu saat hamil (OR = 166,30; 95% CI = 64,03–
431,92; p < 0,001), status gizi ibu hamil (OR = 168,15; 95% CI = 72,70–388,88; p < 0,001), konsumsi tablet tambah darah (OR = 658,41; 95% CI = 188,89–2294,93; p < 0,001), kunjungan ANC (OR = 1351,92; 95% CI = 299,94–6093,25; p < 0,001), komplikasi kehamilan (p < 0,001), berat badan lahir (OR = 93,03; 95% CI = 46,32–186,83; p < 0,001), panjang badan lahir (OR = 2,62;
95% CI = 1,40–4,91; p = 0,003), ASI eksklusif (OR = 2,20; 95% CI = 1,28–3,78; p = 0,004), riwayat penyakit infeksi (OR = 4876; 95% CI = 880–26988; p < 0,001), serta akses sanitasi dasar (OR =
1136,86; 95% CI = 53–8418; p < 0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting.
Sebaliknya, variabel imunisasi dasar lengkap (OR = 1,26; 95% CI = 0,35–4,53; p = 0,715), akses air bersih (OR = 2,62; 95% CI = 0,57–11,92; p = 0,210), dan kebiasaan merokok dalam rumah (OR = 2,38; 95% CI = 0,53–10,52; p = 0,252) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Faktor maternal, neonatal, dan lingkungan memainkan peran penting dalam pencegahan stunting, sehingga diperlukan intervensi kesehatan yang terintegrasi untuk menekan prevalensi stunting di wilayah kecamatan Jangka kabupaten Bireuen.
Evaluasi program 1000 HPK serta uji coba intervensi komunitas penting dilakukan, disertai
penelitian kebijakan lokal untuk mengukur efektivitas intervensi pemerintah daerah
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : 1. Dr. Basri Armico, S.K.M.,M.P.H 2. Dr. Maidar, M.Kes |
| Uncontrolled Keywords: | Program 1000 HPK, Stunting, Kohort Ibu Hamil, EPPGBM Kepustakaan: 108 buah (2004 – 2024) |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 613 Promosi Kesehatan |
| Divisions: | PASCASARJANA > Magister Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Ronaldi Defastian |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:26 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:26 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2348 |
