Analisis Perbandingan Prevalensi Depresi Postpartum Pada Ibu Bekerja Dan Tidak Bekerja: Data Survei Kesehatan Indonesia (Ski) Tahun 2023

Rina Hasnita, 2307210047 (2025) Analisis Perbandingan Prevalensi Depresi Postpartum Pada Ibu Bekerja Dan Tidak Bekerja: Data Survei Kesehatan Indonesia (Ski) Tahun 2023. Masters thesis, Uiniversitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (378kB)
[thumbnail of PDF GABUNGAN.pdf] Text
PDF GABUNGAN.pdf

Download (7MB)

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum merupakan masalah kesehatan mental yang
serius dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Status pekerjaan ibu diduga memengaruhi
risiko depresi postpartum. Namun, hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan
inkonsistensi, dengan sebagian studi menemukan ibu bekerja lebih rentan mengalami
depresi postpartum, sementara penelitian lain melaporkan ibu tidak bekerja lebih
berisiko, dan ada juga yang menyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pervalensi depresi postpartum antara ibu
bekerja dan tidak bekerja menggunakan data nasional SKI 2023.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder
dari SKI 2023. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang sudah menikah yang
tercatat dalam SKI 2023 sebanyak 526.478 orang. Dari populasi tersebut, diperoleh
sampel sebanyak 70.916 ibu postpartum yang pernah melahirkan. Analisis data
dilakukan secara univariat, bivariat (uji chi-square), dan multivariat (regresi logistik)
menggunakan aplikasi STATA versi 12.
Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa prevalensi depresi postpartum pada ibu
sebesar 17,26%. Analisis bivariat memperlihatkan bahwa ibu bekerja memiliki
prevalensi depresi postpartum lebih tinggi (20,99%) dibandingkan ibu tidak bekerja
(16,71%). Selanjutnya, analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa
status pekerjaan (OR = 1,31; 95% CI: 1,18–1,48), pendidikan rendah (OR = 0,45),
pendapatan rendah (OR = 1,17), dan kurangnya dukungan sosial (OR = 1,20)
berhubungan signifikan dengan depresi postpartum (p < 0,05). Sementara itu, variabel
bayi lahir meninggal dan bayi kembar tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan kejadian depresi postpartum antara ibu
bekerja dan tidak bekerja. Ibu bekerja memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi
postpartum. Faktor pendidikan, pendapatan, dan dukungan sosial juga berperan
penting. Diperlukan intervensi kesehatan mental yang menyeluruh, termasuk
dukungan sosial dan kebijakan kerja yang mendukung ibu postpartum.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Radhiah Zakaria, M.Sc 2. Dr. rer. Med Marthoenis, Msc., MPH
Uncontrolled Keywords: Depresi postpartum, ibu bekerja, Survei Kesehatan Indonesia, kesehatan mental, Da
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 610.6 Administrasi Kebijakan Kesehatan
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository .
Date Deposited: 24 Aug 2026 05:04
Last Modified: 24 Aug 2026 05:04
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2288

Actions (login required)

View Item
View Item