Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Scabies Pada Remaja Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Tahun 2024

M.Dimas, 2107110026 (2025) Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Scabies Pada Remaja Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Tahun 2024. Skripsi thesis, Universitas Muhammaddiyah Aceh.

[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (519kB)
[thumbnail of PDF GABUNGAN.pdf] Text
PDF GABUNGAN.pdf

Download (5MB)

Abstract

Penyakit Scabies merupakan penyakit kulit dengan insiden dan prevalensi yang tinggi di seluruh dunia, terutama di daerah beriklim tropis. Remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng memiliki prevalensi kejadian scabies dengan jumlah 90 kasus, remaja lebih rentan terhadap penyakit scabies karena sejumlah faktor yang berkaitan dengan gaya hidup dan perubahan fisik yang terjadi pada masa tersebut. remaja sering kali memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi, baik melalui kegiatan fisik seperti bermain bersama, berbagi pakaian atau sering bergantian barang pribadi, yang memudahkan penyebaran tungau penyebab scabies. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian scabies pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 152 yang dibagi menjadi 76 kasus dan 76 kontrol, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 11-20 Agustus 2025 di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan narasi
Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa dari 152 responden terdapat 64,5% responden dengan pengetahuan kurang, 57,2% responden dengan perilaku personal higiene buruk, dan 67% responden memiliki kualitas fisik air yang memenuhi syarat. Pada hasil analisis bivariat diperoleh hasil uji statistik ada hubungan pengetahuan dengan kejadian skabies pada remaja dengan nilai p value sebesar 0,01 dan nilai OR sebesar 0,390 variabel perilaku personal hygine dengan nilai p value sebesar 0,02 dan nilai OR sebesar 0,441. Selanjutnya variabel kualitas fisik air tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian skabies dengan nilai p value sebesar 1,97 dan nilai OR sebesar 0,579.
Hasil penelitian ini diharapkan kepada pihak puskesmas untuk melakukan edukasi kesehatan yang fokus pada remaja dalam meningkatkan perilaku pencegahan penyakit skabies. Edukasi yang baik akan membantu remaja memahami bagaimana cara peneularan dan pencegahan penyakit scabies..
Kata Kunci: Kejadian Scabies, Pengetahuan, Perilaku Personal Hygine , Kualitas Fisik Air Daftar Kepustakaan: 48 Bacaan (2009-2024)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Anwar Arbi, S.Si, M.Pd 2.Vera Nazhira Arifin, MPH
Uncontrolled Keywords: Kejadian Scabies, Pengetahuan, Perilaku Personal Hygiene, Kualitas Fisik Air
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 362.1 Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Prilaku
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: M. Dimas
Date Deposited: 15 Aug 2026 05:52
Last Modified: 15 Aug 2026 05:52
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2102

Actions (login required)

View Item
View Item