Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bell’s Palsy

Nurul Rahmadhani, 2008010008 (2023) Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bell’s Palsy. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of KATI NURUL RAHMADHANI.pdf] Text
KATI NURUL RAHMADHANI.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf

Download (445kB)

Abstract

Bell’s palsy merupakan kelumpuhan pada nervus VII (N.Facialis) yang timbul secara aktif
tanpa adanya kelainan neurologik, yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan dan tekanan saraf
pada foramen stylomastoid. Secara klinis biasanya ditemukan sisi wajah tidak simetris.
Penatalaksanaan fisioterapi dengan modalitas infrared, mirror exercise, dan massage ini dipercaya
dapat meningkatkan kekuatan otot wajah, dan mengurangi adanya kekakuan pada Bell’s Palsy
Dextra. Setelah dilakukan terapi selama 6 (enam) kali didapatkan hasil adanya peningkatan
kekuatan otot pada m. Frontalis T1:2 (adanya kontraksi, tapi belum bisa melawan gravitasi)
menjadi T6:4 (melawan tahanan minimal). Pada m. Orbicularis Oculi T1:3 (melawan
gravitasi) menjadi T6 = 4 (melawan tahanan minimal). Pada m. Nasalis T1:3 (melawan
gravitasi) menjadi T6 :5 (melawan tahanan maksimal). Pada m. Zygomaticus T1:2 ( adanya
kontraksi, tapi belum bisa melawan gravitasi) menjadi T6:4 (melawan tahanan minimal).
Pada m. Bucinator T1:5 (melawan tahanan maksimal) menjadi T6:5 (melawan tahanan
maksimal). Pada m. Procerus T1:2 (adanya kontraksi, tapi belum bisa melawan gravitasi)
menjadi T6:4 (melawan tahanan minimal). Pada m. Mentalis T1:3 (melawan gravitasi)
menjadi T6:4(melawan tahanan minimal). Pada m. Levator Labii T1:3 (melawan gravitasi)
menjadi T6:4 (melawan tahanan minimal). Pada m. Currugator Supercili T1:2 (adanya
kontraksi, tapi belum bisa melawan gravitasi) menjadi T6:4 (melawan tahanan minimal).
Pada m. Orbicularis Oris T1:2 (adanya kontraksi, tapi belum bisa melawan gravitasi) menjadi
T6:4 (melawan tahanan minimal).Infrared, mirror exercise, dan massage dapat mengurangi
kekakuan otot karena memberikan efek relaksasi pada kondisi wajah Bell’s Palsy Dextra.
Terapi latihan massage ini dapat meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi rasa kaku pada
wajah yang terkena Bell’s Palsy Dextra. Disarankan dalam memberikan pelayanan fisioterapi
terutama untuk penyampaian fisioterapis harus disesuaikan dengan pengetahuan dan
Pendidikan pasien, agar semua pasien memiliki pemahaman yang sama.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Pembimbing : 1.Nurnarita Laila, S.ST. Ft., MKM
Uncontrolled Keywords: Bell’s palsy, Infrared, mirror exercise dan Massage.
Subjects: 612.7 Fisioterapi
Divisions: FAKULTAS VOKASI > Fisioterapi
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 07 Aug 2026 08:48
Last Modified: 07 Aug 2026 08:48
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1980

Actions (login required)

View Item
View Item