Ainul Fadla, 2107110006 (2025) Perilaku Pencegahan Demam Berdarah (DBD): Penelitian Case Control Di Wilayah Kerja Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI AINUL FADLA ok.pdf
Download (2MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (492kB)
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan
yang cukup serius di negara-negara beriklim tropis. Penyakit ini dapat mengganggu
fungsi pembuluh darah kapiler serta sistem pembekuan darah, sehingga berpotensi
menyebabkan perdarahan pada penderitanya. Pada tahun 2023, World Health
Organization melaporkan sebanyak 4,1 juta kasus DBD di 42 negara, termasuk
kawasan Amerika. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus DBD pada tahun 2024 tercatat
sebanyak 119.709 kasus. Puskesmas Meuraxa, terjadi fluktuasi jumlah kasus dengan
total 61 kasus pada tahun 2024.
Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case-
control, populasi dalam penelitian ini ibu dari yang terkena DBD, dan ibu dari
kelompok kontrol terdiri dari 31 ibu pada kelompok kasus dan 31 ibu pada
kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling,
dengan jumlah 62 responden, data dikumpulkan melalui wawancara, penelitian
dilakukan pada tanggal 21 febuari hingga 19 maret 2025 dan dianalisis
menggunakan uji Chi-square serta perhitungan Odds Ratio (OR) pada tingkat
kepercayaan 95% dengan menggunakan aplikasi SPSS.
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden
kadang-kadang menguras tempat penampungan air (43,5%), tidak menutupnya
dengan baik (58,1%), dan tidak mendaur ulang barang bekas (91,9%). Selain itu,
sebanyak 79% menggantung pakaian di dalam rumah, 69,4% menggunakan obat
anti nyamuk, dan 79% menilai peran jumantik masih kurang. Analisis bivariat
memperlihatkan bahwa perilaku menguras (p = 0,001; OR = 13,3) dan menutup
tempat penampungan air (p = 0,033; OR = 2,6) berhubungan signifikan dengan
kejadian DBD, sedangkan mendaur ulang barang bekas (p = 0,162; OR = 0,225),
menggantung pakaian (p = 0,755; OR = 1,215), penggunaan obat anti nyamuk (p =
0,409; OR = 1,581), serta peran jumantik (p = 0,119; OR = 2,761) tidak menunjukkan
hubungan yang bermakna secara statistik.
Kebiasaan tidak menguras tempat penampungan air secara teratur,
diperlukan kolaborasi lintas sektor dan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan
kepatuhan masyarakat dalam penerapan 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD.
Pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam
pelaksanaan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, disertai penyuluhan rutin
agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat meningkat. Dengan koordinasi yang
baik dan edukasi berkesinambungan, penerapan 3M Plus dapat berjalan efektif
sehingga angka kejadian DBD dapat ditekan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1. Dr.Farrah Fahdhienie,SKM,MPH 2. Vera Nazhira Arifin,MPH |
| Uncontrolled Keywords: | Pencegahan, Demam Berdarah Dengue, Case Control |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Ainul Fadla Safi family |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:40 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:40 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/198 |
