Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Determinan Penderita Penyakit Hipertensi Pada Lansia Berkunjung Di Wilayah Kerja Puskesmas Grong-Grong Kecamatan Grong-Grong Kabupaten Pidie Tahun 2019

Nirwanda, 1507110105 (2019) Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Determinan Penderita Penyakit Hipertensi Pada Lansia Berkunjung Di Wilayah Kerja Puskesmas Grong-Grong Kecamatan Grong-Grong Kabupaten Pidie Tahun 2019. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of GABUNG PDF .pdf] Text
GABUNG PDF .pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FORM B .pdf] Text
FORM B .pdf

Download (128kB)

Abstract

Hipertensi atau yang dikenal pula sebagai tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan
yang mendunia. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan
darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Kejadian hipertensi di Wilayah Puskesmas Grong-Grong Kecamatan
Grong-Grong Kabupaten Pidie masih cukup tinggi yaitu sebesar 20,9%, penyakit hipertensi ini perlu
dicegah karena hipertensi disebut juga silent killer sangat berbahaya bagi kehidupan. Kurangnya
pemahaman tentang penyebab terjadinya hipertensi salah satu pada lansia. Kondisi kunjungan lansia di
Puskesmas berkurang karena tidak adanya pengaruh dengan anggota keluarga yang tidak dapat
mengantar atau menemani lansia tersebut.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Teknik
pengambilan sampel adalah dalam penelitian ini adalah rumus lamenshow. Sampel dalam penelitian ini
adalah menggunakan perbandingan 1:1 sehingga total responden menjadi 64 dimana terdiri dari
kelompok kasus yang menderita hipertensi sebanyak 32 orang dan kelompok kontrol yang bukan
penderita hipertensi sebanyak 32 orang.
Dari hasil penelitian uji statistik frekuensi diperoleh adanya frekuensi sebagian besar umur
kategori lansia awal dan lansia akhir yaitu sebanyak (70,3%), tidak bekerja yaitu sebanyak (64,1%),
pendidikan menengah sebanyak (46,9%), pendidikan menengah yaitu sebanyak (57,8%), kejadian
hipertensi dan tidak hipertensi adalah sama yaitu 50%, aktivitas ringan yaitu sebanyak (78,1%), rendah
merokok yaitu sebanyak (71,9%), yang rendah konsumsi garam yaitu sebanyak (67,2%), obesitas ringan
yaitu sebanyak 33 responden (51,6%). Dari hasil bivariat uji statistik diperoleh adanya hubungan antara
umur p-value = 0,001 dan nilai OR=9,66, aktivitas fisik p-value = 0,364 dan nilai OR= 0,473, merokok p- value = 0,012 dan nilai OR= 5,444, konsumsi garam p-value = 0,033 dan nilai OR= 3,824, obesitas p-value
= 0,012 dan nilai OR= 4,200 dengan dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Grong-Grong
Kecamatan Grong-Grong Kabupaten Pidie.
Diharapkan kepada petugas kesehatan diharapkan melakukan pengukuran tekanan darah
sebaiknya dilakukan dengan cara memonitoring setiap 30 menit selama 24 jam dan diambil rata rata
serta dilakukan pemantauan dalam jangka waktu yang lama. Serta membina kerjasama sama dengan
tenaga medis setempat saat peneltiaian dan penyuluhan faktor risiko hipertensi serta bagi masyarakat
diharapkan memeriksakan diri anda secara rutin untuk mencegah dan mengontrol tekanan darah agar
terhindar dari komplikasi hipertensi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Anwar Arbi, S.Si, M.Pd 2.Dharina, SKM, MKM
Uncontrolled Keywords: lansia, hipertensi, umur, obesitas, aktivitas fisik, merokok, konsumsi garam.
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 613.1 Kesehatan Lingkungan
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 31 Jul 2026 04:16
Last Modified: 31 Jul 2026 04:16
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1843

Actions (login required)

View Item
View Item