Determinan Kejadian Diare Pada Balita Usia 0-59 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Lampaseh, Kota Banda Aceh Tahun 2023

SALSABILA PUTRI, 2007110085 (2024) Determinan Kejadian Diare Pada Balita Usia 0-59 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Lampaseh, Kota Banda Aceh Tahun 2023. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (308kB)
[thumbnail of SKRIPSI SALSABILA PUTRI.pdf] Text
SKRIPSI SALSABILA PUTRI.pdf

Download (8MB)

Abstract

Penyakit diare pada saat ini masih menjadi penyebab utama morbiditas dan
mortalitas hampir diseluruh wilayah di dunia. Penyakit diare juga merupakan
penyakit endemis di indonesia dan juga merupakan penyakit potensial kejadian luar
biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Prevalensi kasus diare pada balita
di indonesia pada tahun 2020 sebanyak 6,8%, prevalensi tertinggi terjadinya diare
terdapat pada Provinsi Bengkulu sebesar 8,9% dan provinsi Aceh sebesar 8,5%.
Diare pada umumnya adalah gejala infeksi pada saluran usus, yang disebabkan oleh
berbagai organisme bakteri, virus dan parasit. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui determinan kejadian diare pada balita usia 0-59 bulan di Wilayah Kerja
Puskesmas Kota Banda Aceh Tahun 2023.
Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan desain penelitian Cross
Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita sebanyak 958
orang dan sampelnya sebanyak 91 orang ibu balita yang dicuplik dengan metode
Proposional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara.
Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 4- 15 Januari 2024.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa proporsi diare sebesar 58,2%,
perilaku mencuci tangan pakai sabun yang baik sebesar 72,5%, saluran pembuangan
air limbah yang kurang baik sebesar 75,8%, sarana pembuangan sampah yang baik
sebesar 93,4%, sanitasi makanan yang baik sebesar 95,6%, ada hubungan perilaku
mencuci tangan pakai sabun (p-valeu 0,008), saluran pembuangan air limbah (p�value 0,008), sarana pembuangan sampah (p-value 0,034) dan tidak ada hubungan
sanitasi makanan(p-value 0,110) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja
puskemas lampaseh.
Ada hubungan perilaku mencuci tangan pakai sabun, saluran pembuangan
air limbah, sarana pembuangan sampah dengan kejadian diare. Dan tidak ada
hubungan sanitasi makanan dengan kejadian diare. Diharapkan kepada ibu yang
memiliki balita untuk menerapkan perilaku hidup bersih dengan salalu mencuci
tangan pakai sabun sebelum dan setelah memegang sesuatu, serta senantiasa
selalu menjaga kebersihan lingkungan seperti membuang sampah dengan baik dan
benar agar dapat terhindar dari penularan penyakit diare pada balita.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Ramadhaniah ,S,Gz,MPHWardiati,SKM,M.Kes
Uncontrolled Keywords: Diare, Perilaku mencuci tangan pakai sabun, saluran pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah dan sanitasi makanan.
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository 3
Date Deposited: 23 Jul 2026 06:00
Last Modified: 23 Jul 2026 06:00
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1797

Actions (login required)

View Item
View Item