Evaluasi Eksisting Persimpangan Dengan Menggunakan Metode PKJI 2023 (Studi Kasus: Simpang Empat Jalan Takengon – Bireuen, Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah)

Fuad Anwar, 2003120043 (2025) Evaluasi Eksisting Persimpangan Dengan Menggunakan Metode PKJI 2023 (Studi Kasus: Simpang Empat Jalan Takengon – Bireuen, Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah). Skripsi thesis, Universitas muhammadiyah aceh.

[thumbnail of PDF GABUNGAN.pdf] Text
PDF GABUNGAN.pdf

Download (6MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (644kB)

Abstract

Simpang Empat Paya Tumpi merupakan simpang perkotaan yang berperan
penting dalam melayani pergerakan lalu lintas di Kabupaten Aceh Tengah,
khususnya sebagai penghubung jalur Takengon-Bireuen. Awalnya dirancang
sebagai simpang bersinyal, kerusakan teknis pada Alat Pemberi Isyarat Lalu
Lintas (APILL) menyebabkan simpang ini beroperasi sebagai simpang tak
bersinyal sehingga berpotensi memengaruhi kinerja dan tingkat pelayanannya.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja lalu lintas eksisting berdasarkan
Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 menggunakan data survei
volume lalu lintas, kondisi geometrik simpang, dan data instansi terkait. Analisis
meliputi kapasitas, tundaan, peluang antrian, derajat kejenuhan, dan tingkat
pelayanan pada hari Senin, Selasa, dan Rabu saat jam puncak pagi, siang, dan sore
selama 2 jam. Hasil pengamatan selama tiga hari menunjukkan volume lalu lintas
tertinggi terjadi pada hari Selasa sebesar 1.288 SMP/hari, diikuti hari Senin
sebesar 1.267 SMP/hari, dan hari Rabu sebesar 851 SMP/hari. Berdasarkan tipe
simpang 422 diperoleh kapasitas sebesar 1.951,46 SMP/jam, dengan nilai tundaan
sebesar 7,30 detik/SMP, peluang antrian sebesar 26,52%, dan derajat kejenuhan
sebesar 0,66 < 0,85 pada hari Selasa. Sehingga kinerja simpang berada pada
tingkat pelayanan C (DS 0,45-0,74) yang menunjukkan bahwa arus stabil, tetapi
kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan. Pengemudi dibatasi dalam memilih
kecepatan. kepadatan lalu lintas sedang karena hambatan internal lalu lintas
meningkat, pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan, pindah
lajur atau mendahului. Secara teknis kinerja simpang masih dianggap memadai
karena gerak kendaraan tetap terkendali dan tidak mengalami kemacetan yang
signifikan.
Kata Kunci : Derajat Kejenuhan, Persimpangan, Kinerja Lalu Lintas, Tingkat
Pelayanan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Cut nawalul azka,S.ST.MT.IPP
Uncontrolled Keywords: Derajat Kejenuhan, Persimpangan, Kinerja Lalu Lintas, Tingkat Pelayanan
Subjects: 600 Teknik > 620 Teknik Sipil
Divisions: FAKULTAS TEKNIK > Teknik Sipil
Depositing User: Fuad Iftar
Date Deposited: 22 Jul 2026 04:34
Last Modified: 22 Jul 2026 04:34
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1771

Actions (login required)

View Item
View Item