Sophan Satria Phonna, 1407110223 (2019) Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Pencegahan Sekunder Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung Rsud Dr. Zainoel Abidin Pada Tahun 2018. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
gabung pdf.pdf
Download (8MB)
Abstract
Penyakit jantung koroner (PJK) atau di kenal dengan Coronary Artery Disease (CAD)
merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika arteri yang mensuplai darah untuk dinding jantung
mengalami pengerasan dan penyempitan. Hasil survei dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013
menunjukkan prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga
kesehatan dan gejala adalah sebesar 1,5% atau diperkirakan sekitar 2.650.340 orang. Di Banda Aceh
prevalensi penyakit jantung koroner berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan gejala adalah
sebesar 1,2%, sedangkan dari data rekam medik RSUD dr. Zainoel Abidin diperoleh angka kunjungan
pasien PJK dari tahun ke tahun meningkat. Angka kunjungan ke poliklinik (rawat jalan) pasien
jantung koroner tahun 2015 sebanyak 2867, tahun 2016 mengalami peningkatan menjadi 2970 dan
data terakhir yang didapat bulan januari sampai Agustus 2017 adalah sebanyak 2530 kunjungan
pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan
tindakan pencegahan sekunder Penyakit jantung koroner di poliklinik jantung RSUD dr. Zainoel
Abidin pada tahun 2018.
Desain penelitian ini dalam bentuk deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien jantung di Poliklinik RSUDZA yang berjumlah 250.
Pengambilan sampel menggunakan proportional sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan
suatu pertimbangan tertentu yang diperoleh dari rumus Slovin sebanyak 71 pasien. Pengumpulan
data dilakukan mulai tanggal 8 September- 18 September 2018 dengan menggunakan kuesioner dan
observasi melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS 21.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang melakukan pencegahan PJK sebesar 53,5%,
yang melakukan gaya hidup tidak berisiko PJK sebesar 60,6%, tidak merokok sebesar 28,2%, kadar
kolestrol yang normal sebesar 54,9%, aktivitas fisik sedang sebesar 56,3%, pengontrolan BB normal
sebesar 47,9% dan peran keluarga sebesar 52,1%.
Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara gaya hidup dengan pencegahan
sekunder PJK p = 0,001, ada hubungan antara status merokok dengan pencegahan sekunder PJK p =
0,003 ada hubungan antara pemeriksaan kadar kolestrol dengan pencegahan sekunder PJK p =
0,018, tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan pencegahan sekunder PJK p = 0, 328, tidak
ada hubungan antara pengontrolan BB dengan pencegahan sekunder PJK p = 0,967 dan ada
hubungan antara peran keluarga dengan pencegahan sekunder PJK p = 0,003.
Diharapkan kepada petugas kesehatan di Poliklinik RSUDZA untuk dapat memberikan
penyuluhan tentang pencegahan sekunder PJK kepada pasien.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.dr. Alma Aletta, MPH 2.dr. Syarifuddin Anwar, MPH |
| Uncontrolled Keywords: | PJK, Pencegahan sekunder PJK |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 613.1 Kesehatan Lingkungan |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 08:10 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 08:10 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1757 |
