Hubungan Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Dan Faktor Sosiodemografi Terhadap Kepatuhan Lansia Dalam Mengonsumsi Obat Hipertensi Di Puskesmas Idi Rayeuk Aceh Timur

Cut Rahmayani, 2107110021 (2025) Hubungan Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Dan Faktor Sosiodemografi Terhadap Kepatuhan Lansia Dalam Mengonsumsi Obat Hipertensi Di Puskesmas Idi Rayeuk Aceh Timur. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI CUT RAHMAYANI.pdf] Text
SKRIPSI CUT RAHMAYANI.pdf

Download (6MB)
[thumbnail of FROM A.pdf] Text
FROM A.pdf

Download (1MB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum pada lansia dan memerlukan
pengobatan jangka panjang dengan kepatuhan tinggi. Rendahnya kepatuhan dalam
mengonsumsi obat hipertensi dapat meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga, pengetahuan, dan faktor
sosio-demografi terhadap kepatuhan lansia dalam mengonsumsi obat hipertensi di
Puskesmas Idi Rayeuk.
Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah lansia. Sebanyak 87 lansia dipilih secara
accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Google
Form. Analisis dilakukan menggunakan SPSS versi 25, dengan uji chi-square untuk
analisis bivariat dan regresi logistik ordinal untuk analisis multivariat (α = 0,05).
Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian
Kesehatan Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor surat: Dp.04.03/12.7/344/2025.
Hasil univariat menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat sebanyak (52,9%)
kepatuhan minum obat hipertensi kategori tinggi, (25,3%) kepatuhan minum obat
sedang dan (21,8%) kepatuhan minum obat rendah. Secara bivariat, semua variabel
menunjukkan hubungan signifikan dengan kepatuhan mengonsumsi obat hipertensi
(p < 0,05). Hasil multivariat menunjukkan bahwa umur (AOR = 5,871 (1,673–20,607;
p = 0,006), pendidikan tinggi (AOR = 7,10; 1,20–42,22; p = 0,031), Dukungan keluarga
(AOR = 3,709; 1,062–12,95; p = 0,040), Pengetahuan (AOR = 38,42; 3,13 – 470,53; p =
0,004), dan self-efficacy (AOR = 0,126 ;0,029 – 0,535; p = 0,005), memberikan
hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan minum obat. Sementara itu, jenis
kelamin (AOR = 1,036 ;0,297–3,610; p = 0,957), dan status pernikahan (AOR = 0,291;
0,030–2,861; p = 0,290) tidak menunjukkan pengaruh signifikan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga, pengetahuan dan self
efficacy menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan lansia dalam
mengonsumsi obat hipertensi. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan lansia dalam
mengonsumsi obat hipertensi membutuhkan intervensi edukatif dan suportif yang
melibatkan keluarga, mempertimbangkan usia, pengetahuan, dan keyakinan diri
lansia terhadap pengobatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Wardiati, SKM, M. Kes 2.Agustina SST, M.Kes
Uncontrolled Keywords: Kepatuhan obat hipertensi, lansia, dukungan keluarga, pengetahuan, self-efficacy.
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 362.1 Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Prilaku
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 14 Jul 2026 05:20
Last Modified: 14 Jul 2026 05:20
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1676

Actions (login required)

View Item
View Item