Maghfirah, 1607110034 (2020) Analisis Faktor Risiko Stunting Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas ReubeeKecamatan Delima Kabupaten PidieTahun 2020. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
COMBINE.pdf
Download (29MB)
FROM B.pdf
Download (4MB)
Abstract
Stunting merupakan suatu keadaan yang mana anak baduta (Bawah Dua Tahun)
mengalami kegagalan dalam proses tumbuh kembang sehingga menyebabkan tubuhnya
lebih pendek dari pada usia seharusnya(TNP2K, 2017).Pada tahun 2016 prevalensi kasus
stunting yang terjadi di dunia adalah 22,9% (WHO, 2018). Prevalensi stunting pada baduta
di dunia terus menurun dari tahun 2000 (32,5%) hingga tahun 2018 (21,9%) (UNICEF,
2019).Secara nasional prevalensi stunting pada baduta meningkat dari tahun 2016 (27,5%)
menjadi 29,6% pada tahun 2017 (Kemenkes RI, 2018).Pada tahun 2018 Aceh menduduki
urutan ke-3 tertinggi kasus stunting dengan prevalensi 37,1% dari 34 provinsi di Indonesia
(Kemenkes RI, 2019).Berdasarkan hasil survey PSG (Pemantauan Status Gizi) di Aceh tahun
2017, diketahui kasus stunting di Pidie pada tahun 2016 adalah 27,7%, kemudian meningkat
pada tahun 2017 menjadi 43,7%.Berdasarkan Laporan PSG Puskesmas Reubeediketahui
bahwa prevalensi kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Reubee pada tahun 2018
adalah 36,7%.
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain Case Control. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh baduta stunting yang berada di wilayah kerja Puskesmas
Reubee Kecamatan Pidie. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 dengan menggunakan
metode Case Control, masinfg-masing 21 sampel case dan kontrol. Wawancara dilakukan
mulai tanggal 18 Februari sampai 20 Februari 2020, data di analisis secara univariat dan
bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan kelompok umur responden adalah0-2 tahun, yang
tidak mendapatkan ASI Eksklusif66,6%(p value0,005), mengalami penyakit infeksi52,3% (d
value0,024), riwayat imunisasi tidak lengkap80,9%(p value0,005), pengetahuan ibu kurang
baik71,4(p value0,013), memberikan pola asuh yang salah61,9%(p value0,005), sanitasi
lingkungan yang tidak baik 71,4%(p value0,013), jumlah pendapatan <UMR47,6(p
value0,346), riwayat komplikasi kehamilan52,3%(p value0,009), usia berisiko52,3%(p
value0,024), tingkat pendidikan yang rendah57,1(p value0,004), jumlah anggota keluarga
57,1(p value0,355).
Disarankan kepada petugas puskesmas bagian Gizi, untuk dapat memberikan
penyuluhan tentang pentingnya status gizi dan tingkat asupan zat gizi kepada masyarakat di
wilayah kerja puskesmas, supaya dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap
kesehatan gizi khususnya gizi anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Nopa Arlianti, SKM, мкм 2.Drs. Fauzi Ali Amin, M.Kes |
| Uncontrolled Keywords: | Faktor Risiko, Stunting, Case Control, ASI Eksklusif, penyakit infeksi |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 04:32 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 04:32 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1626 |
