Fatin Farhana, 1807110047 (2023) Determianan Kejadian Stunting Pada Balita Usia >6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Meureudu Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2022. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI FATIN FARHANA.pdf
Download (7MB)
Form B.pdf
Download (897kB)
Abstract
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus ditangani
dengan serius. Indonesia adalah Negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar.
Balita yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal,
menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat
berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Puskesmas Meureudu merupakan
puskesmas yang berada di wilayah kerja Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie
Jaya. Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas Puskesmas Meureudu,
diperoleh informasi bahwa prevalensi kasus stunting pada balita di puskesmas
Meureudu pada tahun 2020 adalah 219 orang dipresentasikan sebesar (14,35%),
kemudian meningkat pada tahun 2021 menjadi 297 orang dipresentasikan sebesar
(19,46%). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang
berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia >6-59 bulan di Kecamatan
Meureudu Kabupaten Pidie Jaya tahun 2022.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik
observasional dengan menggunakan pendekatan Desain Case Control untuk
mengetahui apakah terdapat hubungan asupan karbohidrat, kolostrum,
pengetahuan ibu, dan kesehatan lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita
usia >6-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Meureudu Kecamatan Meureudu
Kabupaten Pidie Jaya. Sampel terdiri dari sampel kasus berjumlah 100 responden
dan sampel kontrol berjumlah 100 responden. Pengumpulan data dilakukan 13 Juli
s/d 28 juli 2022 dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data
menggunakan uji Chi-Square program SPSS 21, aplikasi nutrisuervey dan aplikasi
PSG.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan asupan karbohidrat
terhadap kejadian stunting dengan P-Value sebesar 0,000. Kemudian untuk variabel
kolostrum, pengetahuan ibu, dan kesehatan lingkungan diperoleh hasil tidak
mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting di Puskesmas
Meureudu. Hasil P-Value untuk kolostrum, pengetahuan ibu, dan kesehatan
lingkungan masing-masing adalah 0,774, 0,471, dan 0,570.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa variabel
asupan karbohidrat memiliki hubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja
Puskesmas Meureudu tahun 2022
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Ramadhaniah, S.Gz, MPH 2.Nopa Arlianti, SKM,MKM |
| Uncontrolled Keywords: | Stunting, Karbohidrat, kolostrum, pengetahuan. |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 613.2 Gizi |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 04 Jul 2026 04:14 |
| Last Modified: | 04 Jul 2026 04:14 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1584 |
