Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Tahun 2025

Devi Satul Hajar, 2107110049 (2025) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Tahun 2025. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of Form Publikasi] Text (Form Publikasi)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (453kB)
[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
PDF GABUNGAN.pdf

Download (7MB)

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi angka kejadiannya, terutama pada anak usia sekolah di negara berkembang seperti Indonesia. Diare masih menjadi masalah kesehatan yang serius, khususnya pada anak usia sekolah. Secara global, terdapat hampir 1,7 miliar kasus penyakit diare pada anak setiap tahunnya. Diare diperkirakan setiap tahunnya membunuh sekitar 443.832 anak di bawah usia 5 tahun dan tambahan 50.851 anak berusia 5 hingga 9 tahun. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyebutkan prevalensi diare untuk semua kelompok umur sebesar 8 % dan angka prevalensi untuk balita sebesar 12,3 %, sementara pada bayi, prevalensi diare sebesar 10,6%. Di Indonesia, prevalensi diare pada anak usia 5–14 tahun tercatat sebanyak 138.465/ sebesar 1,9% dan di Provinsi Aceh pada tahun 2022 tercatat 18.030 kasus diare pada balita. Di wilayah kerja Puskesmas Batoh, kasus diare mengalami fluktuasi, dengan 250 kasus pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 258 kasus pada tahun 2024. Kejadian diare pada anak usia sekolah diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, seperti kebersihan pribadi, kondisi sanitasi lingkungan, serta pengetahuan ibu tentang pencegahan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah (6–12 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh tahun 2025 agar dapat memberikan referensi yang bermanfaat bagi Puskesmas batoh dalam upaya peningkatan layanan kesehatan. Dengan informasi tersebut, diharapkan Puskesmas dapat merumuskan strategi yang lebih efektif guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan dan menekan angka kejadian Diare di wilayah tersebut.
Penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden yang terdiri dari 34 kasus dan 34 kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstandarisasi. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan chi-square untuk mengetahui faktor yang pengaruh terhadap dengan kejadian diare pada anak usia sekolah (6-12 tahun)
Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel sanitasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare (p-value = 0,005; OR = 8,046), sedangkan variabel personal hygiene (p-value = 0,071; OR = 3,689) dan pengetahuan ibu (p-value = 0,056; OR = 3,897) tidak berpengaruh signifikan setelah dikontrol bersama variabel lainnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian diare pada anak usia sekolah (6–12 tahun).
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak Puskesmas dalam merancang intervensi berbasis edukasi dan perbaikan sanitasi guna menurunkan angka kejadian diare pada anak usia sekolah

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Tahara Dilla Santi, M.Biomed 2. Dharina Baharuddin, SKM, MKM, ph.D
Uncontrolled Keywords: Diare, Anak Usia Sekolah, Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan, Pengetahuan Ibu
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: DEVI SATUL HAJAR 2107110049
Date Deposited: 06 Jul 2026 03:52
Last Modified: 06 Jul 2026 03:52
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1537

Actions (login required)

View Item
View Item