Rosdiana, 1307110201 (2021) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI.pdf
Download (3MB)
FORM B.pdf
Download (395kB)
Abstract
Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan sebanyak tiga kali atau lebih
dalam kurun waktu 24 jam. Penyakit diare masih merupakan masalah global dengan
derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di negara
Indonesia. Diare merupakan salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan angka
kematian pada anak dibawah usia 5 tahun di dunia. Secara global terjadi peningkatan
kejadian diare dan kematian akibat diare pada balita dari tahun 2015-2017.Adapun
tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
perilaku terhadap kejadian diare pada balita. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di
wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021.
Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik melalui pendekatan Cross
Sectional. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuisioner. Populasi
dalam penelitian ini Ibu yang mempunyai balita paru di wilayah kerja Puskesmas Ingin
Jaya sebanyak 131 orang. Sampel penelitian ini adalah ibu yang mempunya balita
Dengan diare yang berkunjung ke Puskesmas di wiilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya
sebanyak 57 orang. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal Maret 2021. Uji statistik yang
digunakan yaitu Chi-Square Test.
Hasil penelitian diperoleh Kejadian diare pada balita sumber air bersih yang
memenuhi syarat 68,7% pada kejadian diare akut, pengunaan jamban yang memenuhi
syarat 82,9% pada kejadian diare akut, pengelolaan sampah rumah tangga yang baik
80,6% pada kejadian diare akut dan pengelolan SPAL yang kurang pada kejadian diare
akut 77,8%. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara peran kejadian diare
Dengan penggunaan jamban (P value=0,004) dan tidak ada hubungan antara kejadian
diare Dengan sumber air bersih (P value= 0,189), pengelolaan sampah rumah tangga (P
value=0,195) dan pengelolaan SPAL (P value=0,529).
Kesimpulan
Disarankan agar tenaga kesehatan di puskesmas lebih rutin melakukan
kunjungan terutama kepada pasien yang, sehingga pasien dapat terhindar dari
penyebaran diare.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.H. Saiful Bahri, SKM, M. Kes 2.Anwar Arbi, S.Si., M.Pd |
| Uncontrolled Keywords: | Kejadian diare balita, sumber air bersih, Pengeloaan Sampah, SPAL |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 05:08 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 05:08 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1530 |
