Perbedaan Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi Usia >6 – 12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie Tahun 2020

Isnayanti, 1707110126 (2020) Perbedaan Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi Usia >6 – 12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie Tahun 2020. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of Skripsi Isnayanti.pdf] Text
Skripsi Isnayanti.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Form B.pdf] Text
Form B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (317kB)

Abstract

Di Kabupaten pidie pada tahun 2017 bayi yang di beri ASI ekslusif hanya 53%, tahun 2018 menunjukkan penurunan tingkat pemberian asi ekslusif yaitu hanya 50% bayi yang beri ASI eksklusif dan pada tahun 2019 dari bulan Januari-Agustus terdapat 63% ibu yang memberikan asi ekslusif (Dinkes Kabupaten Pidie, 2019). Pencapaian indikator pemberian ASI ekslusif di Puskesmas Mutiara Barat pada tiap tahunnya mengalami peningkatan pada tiap tahunnya yaitu pada tahun 2017 sebesar 44%, pada tahun 2018 sebesar 48% dan pada tahun 2019 bulan Januari-Agustus sebesar 57%. Pencapaian indikator gizi di Puskesmas Mutiara Barat pada tahun 2017 sampai tahun 2019 mengalami fase peningkatan, tetapi pada tahun 2019 Puskesmas tersebut termasuk dalam katagori ke empat terendah dalam pencapaian asi esklusif. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie tahun 2020.

Penelitian ini dilakukan dngan metode analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah eluruh ibu yang memiliki bayi usia ≥ 6 bulan sampai 12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie tahun 2020 yaitu sebanyak 82 bayi. Pengambilan sampel menggunakan teknik IndependentSample T Test dan Dependen-Sample T test sebesar 45 responden. Penelitian ini dilakukan di bulan April tahun 2020 Analisis data menggunakan uji statistik T-test program SPSS.

Hasil univariat menunjukkan bahwa 100% bayi usia >6 – 12 bulan seluruhnya memiliki pertumbuhan yang baik, 82,2% perkembangan bayi usia >6 – 12 bulan normal, 60% pegetahuan ibu kurang baik, 77,8% bayi usia >6 – 12 bulan diberikan susu formula, 62,2% petugas kesehatan kurang berperan, 60% >6 – 12 bulan tidak melakukan IMD, dan 77,8% suami kurang mendukung. Hasil bivariat menunjukkan bahwa adanya perbedaan antara peran petugas kesehatan (p value 0.019), melakukan IMD (p value 0.008) dengan perkembangan bayi usia >6 – 12 bulan. Tidak ada perbedaan antara pengetahuan ibu (p value 0,407), pemberian Asi eksklusif (p value 0,179), dukungan suami (p value 0,198) dengan perkembangan bayi usia >6 – 12 bulan. Sedangkan variabel pengetahuan ibu (p- value 0,266), pemberian Asi eksklusif (p-value 0,594), peran petugas (p value 0,888), melakukan IMD (p value 0,578), dukungan suami (p value 0,219) yang tidak ada perbedaan dengan pertumbuhan bayi usia ≥ 6 – 12 bulan.

Kesimpulan dari penelitian adalah peran petugas, dan IMD menjadi variabel yang memiliki perbedaan dengan perkembangan bayi usia >6 – 12 bulan. Diharapkan kepada Kepala Puskesmas Wilayah Kecamatan Mutiara agar dapat memberikan sosialisasi dalam peningkatan pemberian ASI eksklusif bagi ibu menyusui pada masa akan datang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Irma Hamisah, SKM, MPH 2. Dedi Andria, SKM, M.Kes
Uncontrolled Keywords: Pertumbuhan, perkembangan, Bayi, pengetahuan ibu, asi esklusif, IMD, peran petugas, dukungan suami
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 610.6 Administrasi Kebijakan Kesehatan
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository 2
Date Deposited: 01 Jul 2026 04:08
Last Modified: 01 Jul 2026 04:08
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1525

Actions (login required)

View Item
View Item