Penerapan Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Pencurian Dengan Pemberatan (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh)

SYAHIBUL AUZAN, 1401110111 (2019) Penerapan Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Pencurian Dengan Pemberatan (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of form b .pdf] Text
form b .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (124kB)
[thumbnail of GABUNG PDF.pdf] Text
GABUNG PDF.pdf

Download (342kB)

Abstract

Berdasarkan pasal 363 ayat (1) angka 5 Kitab Undang-Undang Hukum
Pidana (KUHP) yang berbunyi “Diancam dengan pidana penjara paling lama
tujuh tahun: pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan atau
untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong
atau memanjat atau dengan memakai kunci palsu, perintah palsu jabatan
palsu.”Namun faktanya, tindak pidana pencurian dengan pemberatan tersebut
dilakukan oleh anak.
Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pertimbangan hakim dalam
Menjatuhkan Sanksi terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian
dengan pemberatan. Untuk menjelaskan hambatan dalam penanggulangan tindak
pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh anak. Untuk
menjelaskan upaya yang dilakukan dalam penanggulangan pencurian dengan
pemberatan yang dilakukan oleh anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan
pendekatan kualitatif . Data yang diperlukan adalah data primer yang bersumber dari
hasil wawancara responden serta informan dan data sekunder yang bersumber dari
buku-buku, peraturan perundang-undangan, hasil karya dari kalangan umum serta
berbagai litelatur yang mendukung penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertimbangan hakim dalam
menjatuhkan sanksi terhadap tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak
adalah karena anak berterus terang dan menyesali perbuatannya, anak memiliki
cita-cita yang bagus dan ingin melanjutkan sekolahnya, anak bukan hanya sebagai
pelaku tapi korban, anak belum pernah dihukum sebelumnya, sudah tercapainya
perdamaian dengan pihak korban. Hambatan dalam penanggulangan ti pidana
pada kasus pencurian adalah sulitnya mengawasi anak, kurangnya personil polisi
untuk patroli, anak mudah untuk dipengaruhi, dan masyarakat yang apatis. Upaya
dalam penanggulangan tindak pidana terhadap anak adalah dengan upaya represif
seperti sosialisasi dan upaya represif yaitu memberikan sanksi melalui jalur penal
dan juga mengupayakan diversi.
Disarankan kepada hakim untuk lebih mempertimbangkan hukumannya
karena anak adalah masa depan bangsa dan perlu pendidikan. Kepada orang tua
agar mengawasi anaknya lebih intens dan mengontrol pergaulan anaknya. Serta
kepada aparat penegak hukum agar selalu mengupayakan diversi dalam setiap
tindak pidana yang dilakukan oleh anak

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Riza Chatias Pratama, S.H, LLM
Uncontrolled Keywords: PENERAPAN PIDANA TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 3
Date Deposited: 18 Jun 2026 03:45
Last Modified: 18 Jun 2026 03:45
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1346

Actions (login required)

View Item
View Item