Perilaku Pencegahan Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023

Herdinda Mutiara Sari, 2007110048 (2024) Perilaku Pencegahan Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI HERDINDA MUTIARA SARI.pdf] Text
SKRIPSI HERDINDA MUTIARA SARI.pdf

Download (6MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf

Download (231kB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberkulosis. Bakteri ini adalah bakteri yang paling sering menyerang
paru-paru. Tuberkulosis dapat disembuhkan dan dapat dicegah. Di Indonesia TB
masuk urutan 3 setelah India dan China. Pada tahun 2020 terdapat 6.878 TB kasus
terjadi di provinsi Aceh dan sebanyak 419 infeksi TB pada tahun 2020 terjadi di
Kabupaten Aceh Besar. Dinas kesehatan Aceh besar mencatat bahwa Puskesmas
Peukan Bada masuk ke dalam 10 besar wilayah dengan angka kasus infeksi TB . Pada
tahun 2020 terdapat 6 kasus, pada tahun 2021 turun menjadi 5 kasus kemudian
terjadi kenaikan di tahun 2021 yaitu sebanyak 12 kasus dan pendataan terbaru pada
tahun 2023 sebanyak 10 kasus.
Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan desain
crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 96 responden yang tinggal di 9
desa yang masuk ke dalam wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada dan belum pernah
terinfeksi TB. Pengumpulan data dilakukan selama 15 hari dari tanggal 27 Desember
2023 – 10 Januari 2024 dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara.
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa responden yang ada melakukan
perilaku pencegahan sebesar 47,9% dan yang tidak menerapkan perilaku pencegahan
TB sebanyak 52,1%. Responden yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak
53,1% dan responden yang memiliki pengetahuan baik 46,9%. stigma masyarakat
42,7% memiliki stigma negatif dan 57,3% responden berstigma positif, media
infromasi tidak ada pencegahan 33,3% dan yang ada terpapar media infromasi
sebanyak 66,7%,peran petugas 37,5% tidak melakukan pencegahan dan 62,5% ada
melakukan pencegahan. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan
antara perilaku pencegahan TB dengan pengetahuan (p-value = 0,023), tingkat
pendidikan (p-value = 0,001), media informasi (p-value = 0,001). Hasil penelitian ini
juga menunjukkan tidak ada hubungan antara stigma masyarakat (p- value = 0,790),
peran petugas kesehatan (p-value = 0,752) dengan perilaku pencegahan TB.
Diharapkan kepada petugas TB Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh
Besar untuk lebih dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar
meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menerapkan perilaku pencegahan TB
di kehidupan sehari-hari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Farrah Fahdhienie, SKM, MPH 2.Putri Arisasari, SKM, M.KKK
Uncontrolled Keywords: Perilaku Pencegahan, Tuberkulosis, Mycobacterium Tuberculosis
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 17 Jun 2026 03:52
Last Modified: 17 Jun 2026 03:52
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1283

Actions (login required)

View Item
View Item