Analisis Spasial Kepadatan Penduduk dengan Kejadian TB Paru di Kota Banda Aceh

Dea Fadilla, 2207110079 (2026) Analisis Spasial Kepadatan Penduduk dengan Kejadian TB Paru di Kota Banda Aceh. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of Skripsi Dea Fadilla_2207110079.pdf] Text
Skripsi Dea Fadilla_2207110079.pdf

Download (10MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (238kB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan masalah kesehatan masyarakat baik secara global maupun nasional, termasuk di Kota Banda Aceh yang menunjukkan peningkatan kasus pada tahun 2021–2024. Ketidakmerataan distribusi kasus antar wilayah dan tingginya kepadatan penduduk menuntut analisis spasial untuk mengidentifikasi wilayah berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepadatan penduduk dengan kejadian TB Paru serta autokorelasi spasial dan pengelompokan (cluster) kasus TB Paru di Kota Banda Aceh.
Penelitian menggunakan data sekunder dengan desain deskriptif analitik berbasis Geographic Information System (GIS). Data kasus TB Paru tahun 2021–2024 diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan dianalisis per kecamatan. Titik koordinat kasus didasarkan pada kantor desa sebagai pusat administrasi, diperoleh melalui Google Earth Pro. Analisis spasial kuantitatif dilakukan menggunakan GeoDa dan SaTScan.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 1.667 kasus TB Paru selama 2021–2024, mayoritas pada laki-laki dan kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Analisis GeoDa tidak menemukan hubungan signifikan antara kepadatan penduduk dengan kejadian TB Paru (p-value > 0,05). Analisis klaster dengan SaTScan mengidentifikasi 10 Most Likely Cluster, 1st Secondary Cluster, dan 2nd Secondary Cluster. Kecamatan Kuta Alam konsisten termasuk Most Likely Cluster selama 2021–2024, sementara Baiturrahman, Ulee Kareng, Banda Raya, Lueng Bata, dan Jaya Baru tercatat sebagai Most Likely maupun Secondary Cluster.
Kesimpulannya, kepadatan penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian TB Paru, namun distribusi kasus membentuk pola klaster spasial yang jelas. Pengendalian TB Paru sebaiknya difokuskan pada wilayah berisiko tinggi melalui penemuan kasus aktif dan surveilans berbasis wilayah. Penelitian selanjutnya dianjurkan mempertimbangkan faktor risiko lain yang dapat memengaruhi distribusi kasus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Farrah Fahdhienie, SKM, MPH 2. Irma Hamisah, SKM, MPH
Uncontrolled Keywords: TB Paru, Kepadatan Penduduk, Analisis Spasial, Klaster
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Dea Fadilla Fadilla
Date Deposited: 18 Jun 2026 07:23
Last Modified: 18 Jun 2026 07:23
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1273

Actions (login required)

View Item
View Item