Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Penyakit Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023

Cut Mela Faliта, 2007110132 (2023) Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Penyakit Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of PDF GABUNGAN.pdf] Text
PDF GABUNGAN.pdf

Download (7MB)
[thumbnail of Form B.pdf] Text
Form B.pdf

Download (547kB)

Abstract

Sanitasi dasar merupakan praktek untuk menjaga kebersihan dan kesehatan
lingkungan di sekitar kita dari penyebaran penyakit salah satunya adalah penyakit diare.
Balita merupakan kelompok umur yang rawan gizi dan rawan penyakit, utamanya penyakit
infeksi, salah satu penyakit infeksi pada balita adalah diare. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui hubungan sanitasi dasar dengan kejadian penyakit diare pada balita di wilayah
kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara tahun 2023.
Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan case
control. Populasi dalam penelitian ini semua balita diare di wilayah kerja Puskesmas
Seunuddon Kabupaten Aceh Utara tahun 2022 berjumlah 87 balita. Sampel dalam
penelitian ini adalah kasus diare pada balita 4 bulan pertama (Januari-April) tahun 2022
yang berjumlah 36 balita diare sebagai kasus (case) dan sebanyak 36 balita yang tidak diare
sebagai kontrol (control). Periode ini di pilih karena jumlah kasusnya lebih lebih tinggi
dibandingkan dengan periode kedua dan ketiga. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal
11-20 Februari 2023 dengan observasi dan kuesioner melalui wawancara. Analisis data
menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS 21.
Hasil penelitian univariat menunjukan bahwa responden yang mengalami diare
sebesar 50%, responden dengan sarana air bersih yang memenuhi syarat sebesar 47.2%,
responden dengan jamban sehat yang memenuhi syarat sebesar 47.2%, responden dengan
sarana pembuangan air limbah yang memenuhi syarat sebesar 48.6%, responden dengan
sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat sebesar 51.4% dan responden dengan
personal hygiene baik sebesar 45.8%. Hasil analisa bivariat dengan uji chi-square diperoleh
bahwa ada hubungan antara sarana air bersih (p = 0,005), jamban sehat (p = 0,018), sarana
pembuangan air limbah (p = 0,034), sarana pembuangan sampah (p =0,009), dan personal
hygiene (p = 0,002) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas
Seunuddon Kabupaten Aceh Utara tahun 2023.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semua variabel memiliki
hubungan dengan kejadian penyakit diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas
Seunuddon Kabupaten Aceh Utara tahun 2023. Diharapkan kepada pihak petugas
kesehatan yang ada di Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara agar dapat
meningkatkan upaya promosi kesehatan, penyuluhan dan pembagian brosur kepada
responden mengenai penyebab diare serta cara menangani agar ibu balita dapat
memahami cara pencegahan dan penanganan diare balita, dan diharapkan juga kepada
kader-kader di desa untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang intensif yang
diselenggarakan oleh pihak terkait tentang penanggulangan atau pencegahan diare,
sehingga dapat meningkatkan pelayanan kader kepada masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Radhiàh Zakaria, M.Sc 2.Meutia Zahara, PhD
Uncontrolled Keywords: Diare, sarana air bersih, sarana tempat pembuangan sampah
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 613.1 Kesehatan Lingkungan
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 11 Jun 2026 04:21
Last Modified: 11 Jun 2026 04:21
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1183

Actions (login required)

View Item
View Item