Rahmat Ariya, 2007110065 (2024) Analisis Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Budaya Keselamatan Kerja Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (Spbu) Kota Banda Асен. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
PDF GABUNG.pdf
Download (5MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (882kB)
Abstract
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menghadapi risiko tinggi dari
potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan kerugian material dan korban jiwa
karena bahan bakar yang mudah terbakar. Implementasi Safety Culture, yang meliputi
nilai, sikap, dan perilaku yang fokus pada keselamatan kerja, sangat penting untuk
mengurangi risiko ini. Namun, di Aceh, penerapan Safety Culture di SPBU belum
sepenuhnya efektif, yang tercermin dari tingginya jumlah kecelakaan kerja, termasuk
beberapa kasus kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara
pelatihan keselamatan, peran pengawas, peran personal, dan pengaruh rekan kerja
terhadap budaya keselamatan kerja pada pekerja SPBU kota Banda Aceh.
Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dengan pendekatan
kuantitatif, melibatkan 38 responden dari empat SPBU. Teknik analisis data dilakukan
dengan menggunakan uji Chi-Square, sesuai dengan jenis data yang bersifat kategorikal,
dan dianalisis menggunakan Software STATA MP-17.
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 71,05% pekerja memiliki budaya
keselamatan kerja yang baik, 97,37% pekerja yang mengikuti pelatihan keselamatan,
78,95% peran pengawas yang baik, 63,16% peran personal yang baik, dan 63,16%
pengaruh rekan kerja yang baik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara peran pengawas (p=0,0001), peran personal (p=0,0001), dan pengaruh
rekan kerja (p=0,0001) terhadap budaya keselamatan kerja. Pelatihan keselamatan tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap budaya keselamatan kerja (p=0,112).
Dengan demikian, faktor peran pengawas, peran personal, dan pengaruh rekan
kerja menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap budaya keselamatan kerja.
Sedangkan, pelatihan keselamatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan
budaya keselamatan kerja. Disarankan institusi SPBU untuk memperbaiki program
pelatihan keselamatan, meningkatkan efektivitas pengawasan, dan membangun budaya
keselamatan yang positif. Temuan ini menekankan pentingnya peran pengawas,
personal, dan rekan kerja dalam membentuk budaya keselamatan kerja yang baik
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1. Agustina, SST, M.Kes 2. Putri Arecasai, SKM, мккк |
| Uncontrolled Keywords: | Budaya Keselamatan Kerja, Pelatihan Keselamatan, Peran Pengawas, Peran Personal, Pengaruh Rekan Kerja |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 613.6 Kesehatan dan Keselamatan Kerja |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository . |
| Date Deposited: | 06 Jun 2026 05:46 |
| Last Modified: | 06 Jun 2026 05:46 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1069 |
