Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh)

Fachrul Razi, 1601110223 (2020) Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI.pdf] Text
SKRIPSI.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (173kB)

Abstract

Penyidikan dalam pasal 1 angka 2 KUHAP adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. Selanjutnya dalam peraturan Kepala Kepolisian Indonesia No. 6 Tahun 2019 tentang penyidikan antara lain menegaskan bahwa setiap penyidik/anggota Polri dilarang melakukan perlakuan yang tidak manusiawi dan menerima suap dalam melaksanakan tugasnya. Dalam prakteknya masih ditemukan tindakan-tindakan kekerasan dan meminta uang tebusan/suap yang dilakukan oleh penyidik/anggota Polri dalam melaksanakan tugasnya.

Tujuan Penelitian ini Untuk menjelaskan bagaimanakah proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik dengan menggunakan kekerasan Fisik dan meminta uang tebusan terkait tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polisi Resor Kota Banda Aceh .Untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya penyimpangan pelaksanaan penyidikan tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah hukum polrestas Banda Aceh. Untuk menjelaskan hambatan dan upaya penyidikan kasus tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Metode penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu dengan membaca buku-buku panduan perundang-undangan dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji. Disamping itu juga menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research) yaitu dengan mewawancarai responden dan informan yang terlibat dan mengetahui masalah yang diteliti

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik dengan Menggunakan Kekerasan Fisik dan meminta uang tebusan terkait tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polresta Banda Aceh sering terjadi bahkan para tersangka mengatakan bahwa jika mereka tidak mau mengaku maka pihak penyidik langsung memberikan kekerasan fisik seperti menampar muka dan menendang tersangka dengan kakinya, serta meminta uang tebusan. Faktor penyebab terjadinya penyimpangan pelaksanaan penyidikan tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah hukum polrestas Banda Aceh, karena kurangnya konsisten penyidik dalam melakukan penyidikan secara emosional serta kurangnya tenaga yang professional di polresta Banda Aceh. Hambatan dan upaya dalam penyidikan kasus pidana pencurian sepeda motor di wilayah Hukum Polresta Banda Aceh adalah karena kurangnya alat bukti dan saksi dalam pelaksanaan penyidikan. Upaya-upaya penyidikan kasus tindak pidana pencurian sepeda motor yaitu melibatkan teknologi dan meningkatkan sarana dan prasarana contoh : alat pendeteksi kebohongan.

Diharapkan kepada penyidik untuk dapat melakukan tugas peyidikan sesuai dengan prosedur, agar tidak terjadi kesalahan waktu melakukan penyidikan yang dapat merugikan orang lain serta melengkapi sarana dan prasarana penyidikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: T. Moefizar, S.H., M. Hum.
Uncontrolled Keywords: Pidana Pencurian
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 2
Date Deposited: 06 Jun 2026 02:23
Last Modified: 06 Jun 2026 02:23
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1033

Actions (login required)

View Item
View Item