Penyidikan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh)

Ortari Zuraisah, 1601110012 (2020) Penyidikan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI.pdf] Text
SKRIPSI.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (172kB)

Abstract

Berdasarkan Pasal 7 ayat 1 KUHAP dasar dilakukan penyidikan adalah
laporan polisi atau pengaduan, surat perintah tugas, laporan hasil penyelidikan
penyidik (SPDP). Penyidik dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan persoalan yang
terjadi juga agar dapat menanggulangi terjadinya tindak pidana terhadap
pemalsuan dokumen sehingga dapat leluasa menjalankannya dengan baik.
Meskipun undang-undang telah melanggar dan mengancam ancaman yang berat
terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan dokumen, namun kejahatan tersebut di
wilayah hukum kepolisian resor kota banda aceh masih saja terjadi.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Penyidikan terhadap pelaku
tindak pidana pemalsuan dokumen, Penyebab seseorang melakukan tindak pidana
pemalsuan dokumen, Hambatan dalam penyidikan terhadap pelaku tindak pidana
pemalsuan dokumen, dan upaya untuk mengatasi hambatan dalam penyidikan
terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan dokumen.
Data dalam penulisan ini diperoleh melalui metode penelitian kepustakaan
dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakan dilakukan untuk memperoleh data
sekunder dengan mempelajari peraturan perundang-undangan dan literature
lainnya yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. Penelitian lapangan
dilakukan untuk memperoleh data primer dilakukan dengan cara mewawancarai
responden dan informan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penyidikan terdiri dari
pemanggilan dan pemeriksaan saksi, ahli, dan tersangka, penangkapan dan
penahanan tersangka, melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap tersangka.
Penyebab terjadinya tindak pidana pemalsuan dokumen karena faktor lingkungan
sosial, faktor ekonomi, faktor kepercayaan, kurangnya kesadaran hukum, dan
teknologi semakin canggih. Hambatan dalam penyidikan terhadap pelaku tindak
pidana pemalsuan dokumen adalah kurangnya kemampuan SDM , kurangnya alat,
tidak adanya anggaran, dan terbatasnya jumlah personil penyidik. Upaya yang
dilakukan untuk mengatasi hambatan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana
pemalsuan dokumen tersebut yaitu memaksimalkan pendidikan dan pelatihan
SDM, Bersedia ditempatkan diposisi apapun, melakukan koordinasi dengan
instansi kepolisian di setiap daerah, meminta bantuan alat ke Polda Aceh dan
menambah jumlah personil penyidik.
Disarankan kepada penyidik agar meningkatkan koordinasi antar instansi
penegak hukum dan sumber daya manusia agar dapat melaksanakan tugastugasnya dengan baik. Kepada Kepala Kepolisian Resor Kota Banda Aceh
disarankan agar menambah anggaran biaya operasiona serta melengkapi sarana
dan prasarana kegiatan penyidikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Nurhafifah, S.H., М.Н
Uncontrolled Keywords: Pidana, Pemalsuan Dokumen
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository .
Date Deposited: 05 Jun 2026 05:24
Last Modified: 05 Jun 2026 05:24
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1006

Actions (login required)

View Item
View Item